Tampilkan postingan dengan label agama katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama katolik. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2009

Rosario

Sejak Doa Rosario ditata, secara prinsip dan substansial, sebagai doa kepada Kristus dan Penghormatan Surgawi, yaitu, Bapa Kita dan Bunda Maria, doa rosario adalah doa pertama dan menjadi devosi prinsip dari orang2 yang percaya dan telah dilakukan selama berabad-abad, dari jaman para rasul dan para murid sampai sekarang. Namun baru pada tahun 1214 lah, Gereja menerima Doa Rosario dalam bentuknya yang seperti sekarang dan menggunakan metode seperti yang kita pakai sekarang. Doa ini diberikan kepaa Gereja oleh St. Dominic, yang telah menerimanya dari Perawan yang Terberkati sebagai hadiah pertobatan orang Albigensian dan para pendosa lainnya.

Saya akan menceritakan pada anda cerita tentang bagaimana kita menerima Doa Rosario, yang ada di dalam buku yang sangat terkenal: De Dignitate Psalterii, yang ditulis oleh Alan de la Roche yang diberkati. St. Dominic, melihat bahwa dosa orang2 Albigensian sudah sangat berat, pergi menyepi ke hutan di dekat Toulouse, dimana ia berdoa tanpa henti selama tiga hari tiga malam. Selama berdoa ia tidak melakukan apapun kecuali meratap dan melakukan pertobatan yang keras untuk meredakan amarah Tuhan. Ia memohon dengan sangat disiplin dan bersungguh-sungguh, dan akhirnya ia jatuh kedalam kondisi koma. Pada saat inilah Bunda kita menampakkan diri padanya, ditemani oleh tiga malaikat, ia berkata, "Wahai Dominic, apakah engkau tahu senjata apakah yang diinginkan oleh Trinitas yang Kudus untuk dipakai untuk memperbaharui dunia?" "Oh, Ratuku," jawab St. Dominic, "engkau mengetahui jauh lebih banyak daripada aku, karena engkau selalu berada di dekat Putramu Yesus Kristus untuk menjadi kepala keselamatan bagi kami." Kemudian Bunda kita menjawab, "Aku ingin kamu tahu bahwa, dalam situasi perang seperti sekarang ini, senjata yang paling utama selalu adalah Doa Surgawi, yang adalah batu fondasi dari Perjanjian Baru. Karenanya, jika engkau ingin menyentuh jiwa-jiwa yang telah mengeras ini dan menyerahkannya kepada Tuhan, ajarkanlah Doa ku." Kemudian St. Dominic bangun, merasa sangat terhibur, dan terbakar oleh semangatnya untuk mentobatkan orang-orang di wilayah tersebut, ia langsung pergi ke katedral. Ketika itu malaikat-malaikay yang tidak kelihatan membunyikan lonceng untuk mengumpulkan orang-orang, dan kemudian St. Dominic mulai mengajar.

Pada awal khotbahnya, datang badai yang hebat, bumi serasa bergetar, matahari meredup, dan terjadi begitu banyak kilat dan cahaya sehingga semua orang merasa begitu tercekam dan takut. Perasaan takut mereka semakin menjadi-jadi ketika mereka melihat pada gambar Bunda kita yang dipasang di suatu tempat yang tinggi, mereka melihat ia menaikkan tangannya ke surga tiga kali untuk memanggil penghakiman Tuhan ke atas mereka kalau mereka tidak mau bertobat, mengubah cara hidup mereka dan mencari perlindungan pada Bunda Suci Tuhan. Melalui fenomena supernatural ini, Tuhan ingin menyampaikan devosi baru kepada Rosario Kudus dan memperkenalkannya kepada semua orang. Paling tidak, ketika St. Dominic berdoa, badai mulai mereda, dan kemudian ia mulai berkhotbah. Begitu gamblang dan kuatnya ia menjelaskan doa Rosario sehingga hampir semua orang Toulouse mempercayainya dan meninggalkan kepercayaan lama mereka yang salah. Dalam waktu yang singkat terlihat kemajuan yang besar di kota tersebut; orang-orang mulai hidup secara Kristen dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka yang buruk.

Terinspirasi oleh Roh Kudus, dan diperintahkan oleh Perawan yang Diberkati dan juga karena pengalaman pribadinya, St. Dominic mengajarkan doa Rosario seumur hidupnya. Ia mengajarkannya dengan memberikan contoh dan juga melalui khotbah-khotbahnya, di kota-kota dan di desa-desa, kepada orang-orang kelas atas maupun kelas bawah, kepada pelajar dan orang2 yang tidak bersekolah, kepada orang-orang Katholik dan Protestant. Doa Rosario, yang ia doakan setiap hari, adalah doa persiapannya untuk setiap khotbah dan merupakan caranya berjumpa dengan Bunda kita setiap selesai khotbah. Satu hari ia harus berkhotbah di Notre Dame di Paris, dan ketika itu adalah pesta St. Yohanes Pembaptis. Ketika ia seperti biasa sedang berdoa rosario di kapel kecil di belakang altar untuk mempersiapkan khotbahnya, Bunda kita muncul di hadapannya dan berkata: "Dominic, meskipun apa yang akan engkau khotbahkan sangat baik, tapi aku membawa kepadamu khotbah yang lebih baik."

St. Dominic mengambil buku yang diulurkan oleh Bunda kita, membacanya dengan cermat dan, setelah ia mengerti dan bermeditasi, ia mengucapkan terima kasih kepada Bunda. Ketika saatnya khotbah tiba, ia naik ke atas mimbar dan, meskipun hari itu adalah pesta St. Yohanes, ia malah berkata bahwa ia telah ditunjuk menjadi pengawal Ratu Surga. Jemaat pada saat itu adalah para theolog dan orang-orang terpandang dan terpelajar, yang sudah biasa mendengar ceramah-ceramah yang manis atau yang tidak lazim; tapi St. Dominic berkata bahwa ia tidak ingin berceramah, sehingga terlihat bijak di mata dunia, tapi ia akan berbicara dalam kesederhanaan Roh Kudus dan keteladanannya yang kuat. Dan setelah itu ia mulai berbicara tentang doa Rosario dan menjelaskan tentang Bunda Suci kata demi kata seperti menjelaskan pada sekelompok anak-anak, dan ia menggunakan ilustrasi sederhana yang ada di dalam buku yang diberikan kepadanya oleh Bunda kita.

Alan yang diberkati, menurut Kartagena, menyebutkan beberapa peristiwa lainnya dimana Tuhan kita dan Bunda kita menampakkan diri kepada St. Dominik untuk meyakinkan dan memberikan semangat kepadanya untuk terus mengajarkan doa Rosario untuk menghapuskan dosa dan mentobatkan pendosa dan orang-orang yang menyeleweng. Dalam pasal yang lain Kartagena mengatakan, "Alan yang diberkati berkata bahwa Bunda kita menampakkan diri kepadanya, setelah ia menampakkan diri kepada St. Dominic, Putranya yang Kudus menampakkan diri kepadanya dan berkata, 'Dominik, Saya senang melihat kamu tidak hanya bergantung pada kebijaksanaanmu sendiri yaitu, daripada mencari doa manusia yang kosong, kamu bekerja dengan sangat rendah hati bagi keselamatan jiwa-jiwa. "Banyak imam mencoba untuk mengajar dengan keras melawan dosa yang terburuk, namun mereka tidak sadar bahwa mula-mula, sebelum seseorang yang sakit diberi obat yang pahit, ia perlu dipersiapkan dengan menempatkan pikirannya pada bingkai yang benar supaya ia bisa benar-benar memperoleh manfaat dari obat tersebut. "Maka dari itu, sebelum melakukan apapun, seorang imam harus membangkitkan semangat berdoa dalam hati manusia dan terutama cinta kepada doa Surgawi. Hanya jika mereka sudah mulai mengucapkan itu dan bertekun didalamnya, Tuhan yang maha pengampun akan sulit untuk menolak memberikan rahmatnya. Maka dari itu aku ingin kamu mengajarkan doa Rosario-ku."

Semua hal, bahkan yang paling suci sekalipun, bisa berubah, terutama jika mereka tergantung pada kehendak bebas manusia. Sehingga tidak heran bahwa, pada saat itu, semangat doa Rosario Suci hanya bertahan 1 abad setelah pertama kali diajarkan oleh St. Dominic. Setelah itu, Rosario seolah-olah terkubur dan terlupakan. Tidak diragukan juga, rencana kotor dan kebencian setan, juga membuat orang-orang mengabaikan doa Rosario, sehingga menghalangi penyaluran rahmat Tuhan yang telah dibawa oleh Rosario keatas bumi. Sehingga, pada tahun 1349 Tuhan menghukum seluruh Eropa dengan wabah yang terparah yang pernah diketahui. Mulai dari timur, menyebar ke seluruh Italia, Jerman, Perancis, Polandia dan Hungaria, membawa kehancuran dimanapun wabah itu lewat, sehingga dari seratus orang jarang ada yang selamat untuk bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kota-kota besar, desa-desa dan biara-biara hampir benar-benar kosong selama masa tiga tahun penyebaran epidemic wabah tersebut.

Penghukuman dari Tuhan ini langsung diikuti oleh dua hukuman lainnya, penyelewengan (heresy) oleh Flagellant dan perpecahan (skisma) tragis di tahun 1376. Setelah itu, setelah pencobaan-pencobaan ini selesai, syukur kepada Allah yang maha pengampun, Bunda kita berbicara kepada Alan yang diberkata untuk menghidupkan kembali Rosario Suci. Alan yang diberkati adalah satu dari Bapa-bapa Dominican yang tinggal di biara Dinan di Inggris. Ia adalah seorang theolog yang hebat dan pengkhotbah yang terkenal. Bunda kita memilih dia karena, selain doa Rosario dimulai di daerah tersebut, ia juga adalah seorang Dominican yang berasal dari daerah yang sama, sehingga ia memiliki kharisma untuk membangun kembali kebiasaan ini.
Alan yang diberkati memulai pekerjaan besarnya di tahun 1460, setelah menerima peringatan khusus dari Tuhan kita. Beginilah caranya ia menerima pesan penting tersebut, sebagaimana diceritakannya sendiri: Satu hari ketika ia sedang mengadakan Misa, Tuhan kita, yang ingin menggerakkannya untuk mengajarkan Rosario Suci, berbicara padanya dalam Roti Kudus. "Mengapa engkau menyalibkan Aku lagi secepat ini?" kata Yesus kepadanya. "Apa maksudmu, Tuhan?" tanya Alan, ketakutan. "Engkau telah menyalibkan aku sekali dengan dosa-dosamu," jawab Yesus, "dan aku lebih suka disalibkan lagi daripada melihat BapaKu dilukai oleh dosa-dosa yang biasanya engkau lakukan. Engkau menyalibkan aku lagi sekarang karena kamu sebenarnya telah diajarkan dan telah mengerti bahwa kamu harus mengajarkan doa Rosario IbuKu, dan kamu tidak melakukannya. Jika saja engkau melakukannya, engkau bisa menuntun banyak jiwa ke jalan yang benar dan memimpin mereka menjauhi dosa. Tapi kamu tidak melakukannya, sehingga kamu sendiri juga bersalah terhadap dosa-dosa yang mereka perbuat."
Teguran keras ini membuat Alan yang diberkati sungguh-sungguh bertekad untuk mengajarkan doa Rosario dengan tanpa henti. Bunda kita juga berbicara padanya pada suatu ketika untuk memberikan semangat padanya untuk mengajarkan doa Rosario terus dan terus, "Engkau dulu adalah pendosa yang parah di masa mudamu, tapi aku memperoleh buah pertobatanmu dari Anakku. Jika mungkin, aku rela menjalani semua sengsara untuk menyelamatkanmu, karena para pendosa yang bertobat adalah kemenangan bagiku. Dan aku juga akan melakukannya supaya kamu bisa menyebarkan doa Rosarioku kemana-mana." St. Dominic juga menampakkan diri kepada Alan yang diberkati dan bercerita padanya tentang hasil dari pengajarannya: ia telah mengajarkan doa Rosario tanpa henti, khotbah-khotbahnya telah mendatangkan banyak buah yang baik dan banyak orang telah bertobat selama ia mengajar. Ia berkata kepada Alan, "Lihatlah buah yang demikian indah yang telah aku dapatkan melalui pengajaran doa Rosario. Kamu dan yang lainnya yang mencintai Bunda kita harus melakukan yang sama sehingga, dengan melakukan doa Rosario yang kudus, engkau bisa menarik semua orang kepada ilmu pengetahuan tentang kebajikan yang sejati." Secara garis besar, inilah cerita tentang bagaimana St. Dominic memulai doa Rosario kudus dan bagaimana Alan de la Roche yang diberkati mengembalikan ajaran ini.

Dari sejak jaman St. Dominic memulai devosi kepada Rosario kudus, sampai kepada waktu ketika Alan de la Roche yang diberkati memulainya lagi di tahun 1460, doa Rosario disebut dengan Doa kepada Yesus dan Maria. Ini karena doa ini mendoakan Salam Maria dengan jumlah yang sama seperti mazmur-mazmur dalam Kitab Mazmur Raja Daud. Dan karena orang-orang sederhana yang kurang berpendidikan tidak bisa mengucapkan Mazmur Raja Daud, doa Rosario dianggap memiliki manfaat yang sama bagi mereka sama seperti Mazmur Raja Daud bagi orang-orang yang lain.

Sejak Alan de la Roche memulai kembali devosi ini, suara dari orang-orang, yaitu suara dari Tuhan sendiri, memberinya nama doa Rosario, yang berarti "mahkota mawar." Yang bermakna bahwa setiap kali orang mengucapkan doa Rosario dengan bersungguh-sungguh, mereka mengenakan ke kepala Yesus dan Maria 153 mawar putih dan 16 mawar merah. Sebagai bunga surgawi, bunga-bunga ini tidak akan pernah kehilangan atau berkurang keindahannya. Bunda kita telah menyetujui dan mengakui nama Rosary ini; ia telah menampakkan diri kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mengucapkan doa Salam Maria mereka memberikan pada Bunda Maria sebuah mawar yang indah, dan setiap doa Rosario yang dilakukan dengan penuh memberikan kepadanya sebuah mahkota mawar. Jadi sebuah Rosario yang komplet adalah sebuah mahkota mawar yang besar dan setiap chaplet yang terdiri dari sepuluh doa adalah seperti sebuah booklet bunga mawar atau sebuah mahkota kecil mawar surgawi yang kita letakkan di kepala Yesus dan Maria. Bunga Mawar sendiri adalah ratu dari bunga, dan juga Rosario adalah mawar persembahan kita yang paling berarti dan bermakna.
by Saint Louis Marie Grignion De Montfort History of the Rosary Since the Rosary is composed, principally and in substance, of the prayer of Christ and the Angelic Salutation, that is, the Our Father and the Hail Mary, it was without doubt the first prayer and the principal devotion of the faithful and has been in use all through the centuries, from the time of the apostles and disciples down to the present. It was only in the year 1214, however, that the Church received the Rosary in its present form and according to the method we use today. It was given to the Church by St. Dominic, who had received it from the Blessed Virgin as a means of converting the Albigensians and other sinners.


Rosario adalah salah satu doa yang paling disukai dalam Gereja Katolik kita. Uskup Agung Fulton Sheen mengatakan, “Rosario adalah kitab bagi mereka yang buta, di mana jiwa-jiwa melihat dan di sana ditampilkan drama kasih teragung yang pernah dikenal dunia; Rosario adalah kitab bagi mereka yang sederhana, yang menghantar mereka masuk ke dalam misteri-misteri dan pengetahuan yang lebih memuaskan hati dari pendidikan manusia; Rosario adalah kitab bagi mereka yang lanjut usia, yang matanya tertutup terhadap bayang-bayang dunia ini dan terbuka pada dunia mendatang. Kuasa rosario melampaui kata-kata.”
Diawali dengan Kredo, Bapa Kami, tiga Salam Maria dan Doksologi (Kemuliaan), serta diakhiri dengan Salve Regina (Salam ya Ratu), rosario merupakan pendarasan lima misteri; masing-masing misteri terdiri dari Bapa Kami, 10 Salam Maria dan Doksologi. Selama mendaraskan rosario, kita merenungkan misteri-misteri penyelamatan dalam hidup Tuhan kita dan kesaksian iman Bunda Maria. Melalui peristiwa-peristiwa Gembira, Cahaya, Sedih dan Mulia dalam rosario, kita dihantar pada kenangan akan inkarnasi Tuhan kita, pewartaan-Nya di hadapan publik, sengsara dan wafat-Nya, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dengan demikian, rosario membantu kita untuk bertumbuh dalam penghayatan yang lebih mendalam atas misteri-misteri ini, dalam mempersatukan hidup kita dengan lebih akrab pada Tuhan kita dan dalam memohon bantuan rahmat-Nya untuk mengamalkan iman. Kita juga memohon bantuan doa Bunda Maria, teladan iman, yang menghantar semua orang percaya kepada Putranya.

Asal-usul rosario agak “kabur”. Penggunaan “manik-manik” dan pendarasan doa yang diulang-ulang untuk membantu orang dalam meditasi berasal dari masa-masa awal Gereja dan telah ada bahkan pada masa-masa sebelum kekristenan. Didapati bukti-bukti dari Abad Pertengahan bahwa untaian manik-manik dipergunakan untuk membantu orang menghitung jumlah Bapa Kami atau Salam Maria yang didaraskan. Sesungguhnya, untaian manik-manik ini kemudian dikenal sebagai “Paternosters,” bahasa Latin untuk “Bapa kami”. Sebagai contoh, pada abad ke-12, guna membantu agar mereka yang kurang terpelajar dapat berpartisipasi lebih baik dalam liturgi, pendarasan 150 Bapa Kami dipakai untuk menggantikan 150 Mazmur, dan dikenal sebagai “brevir orang-orang sederhana”.

Struktur rosario perlahan-lahan berkembang antara abad ke-12 dan abad ke-15. Pada akhirnya 50 Salam Maria (atau lebih) didaraskan dan dihubungkan dengan ayat-ayat Mazmur atau ayat-ayat lain mengenangkan “sukacita Maria” dalam hidup Yesus dan Maria. Dominikus dari Prussia, seorang biarawan Carthusian, pada tahun 1409 mempopulerkan praktek mempertalikan 50 ayat mengenai hidup Yesus dan Maria dengan 50 Salam Maria. Pada masa ini, bentuk doa ini dikenal sebagai rosarium (“kebun mawar”), sesungguhnya suatu istilah umum, yang berarti bunga rampai, yang dipergunakan untuk menyebut suatu kumpulan bahan yang serupa, misalnya suatu bunga rampai kisah-kisah dengan subyek atau tema yang sama. Pada akhirnya, ditambahkan juga “dukacita Maria” dan “sukacita surgawi”, sehingga jumlah Salam Maria menjadi 150. Dan akhirnya, ke-150 Salam Maria digabungkan dengan ke-150 Bapa Kami; satu Salam Maria sesudah satu Bapa Kami.

Pada awal abad ke-15, Henry Kalkar (wafat 1408), seorang biarawan Carthusian lainnya, membagi ke-150 Salam Maria ke dalam kelompok-kelompok; satu kelompok berisi 10 Salam Maria dengan diawali satu Bapa Kami. Pada abad ke-16, struktur lima misteri rosario didasarkan pada tiga rangkaian peristiwa -

Peristiwa GEMBIRA
1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel;
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya;
3. Yesus dilahirkan di Betlehem;
4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah;
5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah

Peristiwa SEDIH
1. Yesus berdoa kepada BapaNya di surga dalam sakrat maut;
2. Yesus didera;
3. Yesus dimahkotai duri;
4. Yesus memanggul salib-Nya;
5. Yesus wafat disalib

Peristiwa MULIA
1. Yesus bangkit dari kematian;
2. Yesus naik ke surga;
3. Roh Kudus turun atas para Rasul;
4. Maria diangkat ke surga;
5. Maria dimahkotai di surga.

Pada tahun 2002, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II menetapkan

peristiwa CAHAYA
1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan;
2. Yesus menyatakan DiriNya dalam perjamuan nikah di Kana;
3. Yesus mewartakan Kerajaan Allah serta menyerukan pertobatan;
4. Yesus dipermuliakan;
5. Yesus menetapkan Ekaristi

Juga, setelah penampakan Bunda Maria di Fatima pada tahun 1917, doa yang diajarkan Bunda Maria kepada anak-anak secara umum ditambahkan pada akhir setiap misteri, “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Hantarlah jiwa-jiwa ke surga, teristimewa jiwa-jiwa yang amat membutuhkan kerahiman-Mu.”

Menurut tradisi, St Dominikus (wafat 1221) menyusun rosario seperti yang kita kenal sekarang. Tergerak oleh suatu penampakan Bunda Maria, ia mewartakan penggunaan rosario dalam karya misionarisnya di antara kaum Albigensia, suatu kelompok bidaah yang fanatik. Albigensia berasal dari nama kota Albi di Perancis selatan di mana mereka tinggal; mereka percaya bahwa semua yang jasmaniah adalah jahat dan semua yang rohaniah adalah baik. Karenanya, mereka menyangkal inkarnasi Tuhan kita; bagi mereka, Yesus, sungguh Allah yang menjadi sungguh manusia dan mengenakan kodrat manusiawi kita, sungguh tidak masuk akal. Menurut ajaran Albigensia, jiwa orang dianggap terbelenggu dalam tubuh yang jahat. Sebab itu, mereka berpantang kasih perkawinan dan prokreasi, sebab dianggap jahat membelenggu suatu jiwa lain dalam suatu raga. Tindakan religius mereka yang paling “luhur” disebut “endura,” suatu tindakan bunuh diri yang membebaskan jiwa dari raga. Mereka juga menentang otoritas manapun yang mewakili suatu kerajaan dunia ini, sebab itu mereka membantai para pejabat kerajaan dan para pejabat Gereja. Gereja mengutuk bidaah ini, dan St Dominikus berusaha mempertobatkan mereka melalui khotbah-khotbah yang logis dan kasih Kristiani sejati. Sayangnya, otoritas kerajaan tidak cukup berbelaskasih. (Sekedar tambahan, suatu siaran traveling menyiarkan di televisi suatu program traveling di Perancis selatan, dan mengunjungi kota Albi, mengatakan bahwa orang-orang di sana “dianiaya oleh Gereja”; narator program tersebut tidak menyebutkan bahwa orang-orang ini adalah bidaah bunuh diri yang ajarannya membahayakan jiwa-jiwa umat beriman.) Namun demikian, St Dominikus mempergunakan rosario sebagai suatu sarana ampuh untuk mempertobatkan kaum Albigensia.

Sebagian ilmuwan mengesampingkan peran aktual St Dominikus dalam terbentuknya rosario sebab kisah-kisah riwayat hidupnya yang ditulis lebih awal tidak menyebutkan hal itu, konstitusi Dominikan tidak menghubungkannya dengan hal tersebut, dan pelukis-pelukis pada masa St Dominikus tidak memasukkan rosario sebagai lambang yang menjadi ciri khas St Dominikus. Pada tahun 1922, Dom Louis Gougaud menyatakan, “Berbagai unsur yang ada dalam komposisi devosi Katolik yang umum disebut rosario merupakan hasil dari suatu perkembangan yang panjang dan perlahan yang dimulai sebelum masa St Dominikus, dan yang terus berlanjut tanpa ia ikut ambil bagian di dalamnya, dan yang akhirnya mendapati bentuk akhirnya beberapa abad setelah kematiannya.” Namun demikian, sebagian ilmuwan lain menyanggah pendapat bahwa St Dominikus tidak begitu terlibat dalam “menciptakan” rosario, sebab ia mewartakan penggunaannya untuk mempertobatkan para pendosa dan mereka yang telah menyimpang dari iman. Di samping itu, sekurangnya ada selusin paus yang menyebutkan hubungan antara St Dominikus dengan rosario dalam berbagai pernyataan kepausan, mendukung perannya setidak-tidaknya sebagai seorang “beriman yang saleh”. Dari antaranya, yang pertama-tama dinyatakan oleh Paus Alexander VI pada tahun 1495.

Rosario menjadi semakin populer pada tahun 1500-an, teristimewa melalui upaya Paus St Pius V. Pada waktu itu, kaum Muslim Turki menyerang Eropa Timur. Pada tahun 1453 Konstantinopel telah jatuh ke tangan Muslim, sementara Balkan dan Hungaria nyaris ditaklukkan. Pada tahun 1521 kaum Muslim berhasil menaklukkan Belgrade, Hungaria, dan pada tahun 1526 mereka telah berada di perbatasan Vienna, Austria. Dengan kaum Muslim menyerbu bahkan pesisir Italia, maka penguasaan atas Mediterania sekarang di ujung tanduk.
Pada bulan Februari 1570, utusan Turki menyampaikan ultimatum kepada Republik Venisia: menyerahkan kepulauan Siprus secara damai atau menghadapi perang. Venisia menolak, dan setelah berperang selama sebelas bulan, Siprus takluk pada kekuasaan Muslim pada tanggal 1 Agustus 1571. Syarat-syarat penyerahan diri ditetapkan demi keselamatan pasukan Kristen yang kalah. Tetapi, begitu komandan Muslim mengambil alih kuasa kota, ia memerintahkan agar komandan Kristen, Marcantonio Bragadin, dikuliti hidup-hidup. Tubuhnya kemudian dibelah menjadi empat, dan sayatan kulitnya diisi jerami dan seragamnya dikenakan padanya, lalu diseret sepanjang kota. Sekarang kaum Kristen tahu benar musuh macam apa yang tengah mereka hadapi.

Pada tahun 1571, Paus St Pius V mengorganisir suatu armada di bawah komando Don Juan dari Austria, sanak Raja Philip II dari Spanyol. Bala tentara dari Spanyol, Venisia, Roma, Savoy, Genoa, Lucca, Tuscany, Manova, Parma, Urbino, dan Ferrara, juga Malta membentuk suatu aliansi melawan Turki. (Menariknya, Perancis yang Katolik menolak bersatu dan bahkan mendanai pasukan Muslim Turki demi melemahkan musuh bebuyutan mereka, Jerman-Austria). Sementara persiapan dilakukan, Bapa Suci meminta segenap umat beriman untuk mendaraskan rosario dan memohon bantuan doa Bunda Maria di bawah gelar “Bunda Kemenangan,” memohon Tuhan menganugerahkan kemenangan kepada umat Kristiani.
Meski armada Muslim jauh melampaui armada Kristiani, baik dalam jumlah kapal-kapal perang maupun pasukan, kedua armada siap bertempur. Kapal pemimpin Kristen mengibarkan bendera biru dengan lukisan Kristus Tersalib, sementara bendera Muslim mencantumkan ayat-ayat dari Al Quran menyerukan jihad dan membasmi “orang-orang kafir”. Pada hari Minggu, 7 Oktober 1571, pukul 11 pagi, Pertempuran di Lepanto dimulai, dan dalam tempo lima jam, kaum Muslim dikalahkan. Siang itu, sementara Paus St Pius V tengah berada dalam suatu rapat, sekonyong-konyong beliau berdiri, menuju jendela, menatap ke luar ke arah pertempuran berlangsung bermil-mil jauhnya, dan mengatakan, “Marilah kita berhenti menyibukkan diri dengan masalah-masalah ini dan marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan. Armada Kristen telah meraih kemenangan.”

Tahun berikutnya, Paus St Pius V sebagai ungkapan syukur menetapkan Pesta Rosario Suci pada tanggal 7 Oktober di mana umat beriman tidak hanya mengenangkan kemenangan ini, melainkan juga terus menyampaikan syukur kepada Tuhan atas segala rahmat-Nya dan mengenangkan kuasa perantaraan Bunda Maria kita. Bapa Suci juga secara resmi menganugerahkan gelar, “Auxilium Christianorum” atau “Pertolongan Orang-orang Kristen” pada Bunda Maria. Mejelis Tinggi Venesia juga mencantumkan pada sebilah papan dalam ruang pertemuan mereka, “Non virtus, non arma, non duces, sed Maria Rosari, victores nos fecit,” yang artinya, “Bukan kegagahan, bukan senjata, bukan pemimpin, melainkan Maria dari Rosario yang membuat kita menang.”

Mengenangkan tindakan Paus Pius V, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, dalam sebuah amanat Angelus yang disampaikan pada bulan Oktober 1983 mengatakan, “Rosario juga mengambil perspektif baru dan dibebani dengan intensi-intensi yang terlebih dahsyat dan terlebih banyak dari masa lalu. Sekarang bukan masalah memohon kemenangan besar, seperti di Lepanto dan di Vienna, melainkan memohon Maria untuk menyediakan bagi kita pejuang-pejuang yang gagah berani melawan roh kejahatan dan kesesatan, dengan senjata-senjata Injil, yakni Salib dan Sabda Allah. Doa Rosario adalah doa manusia untuk manusia. Rosario adalah doa solidaritas kemanusian, doa bersama orang-orang yang ditebus, dengan merefleksikan roh dan intensi dari dia yang pertama-tama ditebus, yakni Maria, Bunda dan Citra Gereja. Rosario adalah doa bagi segenap manusia di dunia dan dari sepanjang sejarah, yang hidup dan yang mati, yang dipanggil untuk menjadi Tubuh Kristus bersama kita dan bersama-sama kita menjadi ahli waris bersama dengan Dia dalam kemuliaan Bapa.”

Di masa-masa belakangan ini, rosario telah dijunjung tinggi dan dianjurkan sebagai suatu sarana yang efektif bagi pertumbuhan rohani. Banyak para kudus mendorong didaraskannya rosario, termasuk St Petrus Kanisius, St Filipus Neri dan St Louis de Montfort. Paus Leo XIII, yang kerap disebut “Paus Rosario”, berupaya memelihara tradisi doa ini, yang ditegaskannya sebagai suatu senjata rohani yang ampuh melawan kejahatan (Supremi Apostolatus Officio, 1884). Paus Pius XI pada tahun 1938 memberikan indulgensi penuh kepada barangsiapa yang mendaraskan rosario di depan Sakramen Mahakudus. Paus Beato Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI keduanya juga dikenal sebagai penganjur rosario yang gigih. Buku Pedoman Indulgensi (1969), yang mendapatkan persetujuan Paus Paulus VI, memberikan indulgensi penuh “jika rosario didaraskan di sebuah gereja atau suatu tempat doa umum, atau dalam suatu kelompok keluarga, suatu komunitas religius atau perkumpulan saleh….” (No. 48).

Yang paling akhir, untuk menandai diawalinya 25 tahun masa pontifikatnya, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, dimana beliau menetapkan Peristiwa Cahaya dan lagi, mendorong umat beriman untuk menggunakan rosario untuk “bersama Maria, merenungkan wajah Kristus.” Dengan mengesampingkan adanya gagasan bahwa rosario mengalihkan perhatian orang dari liturgi atau gagasan bahwa rosario merupakan penghalang bagi ekumene, Bapa Suci menegaskan, “Alasan paling kuat untuk mendesakkan pelaksanaan doa rosario adalah karena doa rosario merupakan sarana yang paling efektif untuk mengembangkan di kalangan kaum beriman komitmen untuk berkontemplasi pada misteri Kristiani; ini sudah saya usulkan dalam Surat Apostolik Novo Millennio Ineunte sebagai `latihan kekudusan' yang sejati. `Kita memerlukan kehidupan Kristiani yang menonjol dalam seni berdoa.'” (No 5).

Sebab itu, rosario meupakan bagian dari sejarah rohani Gereja yang patut dijunjung tinggi. Rosario memampukan umat beriman untuk berpartisipasi dalam sejarah keselamatan yang hidup, mempersatukan kita secara lebih akrab dengan Juruselamat dan BundaNya yang Tesuci, dan dengan segenap Gereja. Rosario perlu menjadi bagian dari sejarah tiap-tiap individu dan tiap-tiap keluarga, sebab melalui doa rosario ikatan kasih diperteguh.

Selasa, 29 September 2009

Lima Belas Doa dan Janji Yesus Kepada St. Brigitta

Lima Belas Doa dan Janji Yesus Kepada St. Brigitta


Lima belas doa ini di sampaikan oleh Yesus kepada St. Brigitta dari Swedia di Gereja St. Paulus, Roma, karena sudah lama St. Brigitta ingin mengetahui, berapa banyak pukulan yang di derita Yesus selama masa sengsara-Nya. Pada suau hari, Yesus menampakan diri dan berkata:"Aku menerima 5840 pukulan pada tubuh-Ku. Bila kamu ingin menghormatinya, berdoalah 15 kali Bapa Kami dan 15 kali Salam Maria selama satu tahun berturut-turut. Bila tahun itu selesai, kau telah menghormati setiap luka-luka-Ku."

Doa-doa ini kemudian direstui oleh Paus Pius IX dengan harapan agar kita lebih menghayati masa sengsara Yesus.
Yesus juga memberikan janji-janji-Nya bila kita berdoa untuk mengenang sengsara-Nya.
  1. Aku akan membebaskan 15 jiwa keturunanmu dari api penyucian.
  2. Lima belas jiwa keturunanmu akan dikuatkan dan dipelihara dalam rahmat.
  3. Lima belas pendosa keturunanmu akan di tobatkan.
  4. Siapa saja yang mengucapkan doa-doa ini akan mendapat kesempurnaan utama.
  5. Lima belas hari sebelum kematianmu, Aku akan memberikan tubuh-Ku, agar kamu terhindar dari kelaparan abadi. Aku akan memberikan darah-Ku untuk kamu minum agar kamu tidak haus selamanya.
  6. Lima belas hari sebelum kematianmu, kamu akan bertobat yang dalam bagi dosa-dosamu dan akan menyelaminya secara sempurna.
  7. Aku akan menempatkan di depanmu tanda salib-Ku yang gemilang, agar kamu dapat ditolong dan menangkis serangan-serangan musuhmu.
  8. Sebelum kematianmu, Aku akan datang bersama Bunda-Ku yang tercinta.
  9. Aku akan menerima jiwamu dengan kerahiman dan membimbingmu menuju kebahagiaan abadi.
  10. Dan setelah membimbingmu ke sana, Aku akan memberimu minuman istimewa dari pancuran keAllahan-Ku, sesuatu yang tidak Aku berikan kepada mereka yang tidak mengucapkan doa-doa-Ku ini.
  11. Ketahuilah, barang siapa telah hidup dalam keadaan dosa selama 30 tahun, tetapi mengucapkan doa-doa ini dengan sungguh-sungguh, maka Aku akan mengampuni dosanya.
  12. Aku akan melindungimu dalam pencobaan-pencobaan besar.
  13. Aku akan memelihara dan melindungi kelima panca inderamu.
  14. Aku akan melindungimu dari kematian tiba-tiba.
  15. Jiwamu akan dibebaskan dari kematian abadi
  16. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu yang akan kamu minta dari Allah dan Bunda Maria.
  17. Jika selama hidupmu kamu telah berbuat sekehendak hati dan bila esok harinya kamu harus mati, maka hidupmu akan diperpanjang.
  18. Setiap kali mengucapkan doa-doa ini, kamu akan mendapatkan pengampunan 100 hari.
  19. Kamu akan dijamin menyertai paduan suara malaikat yang agung.
  20. Siapa saja yang mengajari doa-doa ini kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan jasa tidak henti-hentinya dan akan berlaku untuk selama-lamanya.
  21. Di mana doa-doa ini diucapkan atau diucapkan di masa yang akan datang, maka Allah akan hadir dengan rahmat-Nya.

Doa Pertama
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus Kristus, kebahagiaan abadi, kesukaan dan kesenangan bagi orang yang mencintai-Mu, penyelamat dan penghargaan semua pendosa, yang telah membuktikan bahwa bagi-Mu kesenangan terbesar adalah ada di tengah-tengah manusia sepenuhnya karena cinta akan mereka.
Ingatlah akan kesengsaraan yang telah Engkau derita, mulai dari kelahiran-Mu, terutama selama masa sengsara-Mu seperti yang telah ditetapkan dan diramalkan dalam rencana Ilahi sepanjang segala abad.
Ingatlah Tuhan, ketika pada Perjamuan Terakhir dengan rasul-rasul-Mu, Engkau telah membasuh kaki mereka, Engkau telah memberi Tubuh dan Darah-Mu yang tidak ternilai harganya dan pada saat yang sama Engkau telah meramalkan sengsara-Mu yang akan datang dan menghibur mereka yang akan Engkau tinggalkan.
Ingatlah duka kepahitan yang telah diderita jiwa-Mu dengan mengatakan:"Jiwa-Ku berduka bahkan sampai mati."
Ingatlah semua kekuatan, kepiluan dan derita yang Engkau alami sebelum disiksa di salib, ketika telah berdoa tiga kali, bermandikan peluh darah. Engkau dikhianati Yudas, murid-Mu, Engkau ditawan oleh orang-orang yang bangsanya telah Engkau pilih dan angkat, dituduh saksi-saksi palsu dan diadili secara curang oleh tiga hakim dalam kemekaran masa remaja-Mu dan selama masa Paskah yang khidmat.
Ingatlah juga pakaian-Mu dilucuti, diganti dengan pakaian penghinaan. Muka dan mata-Mu kabur, Engkau ditempeleng, dimahkotai duri dan tongkat ditaruh pada tangan-Mu. Engkau dihancurkan oleh pukulan-pukulan dan ditenggelamkan dalam penghinaan-penghinaan dan kekurangajaran.
Demi sengsara dan semua derita yang telah Engkau alami sebelum masa sengsara-Mu di salib, berilah aku tobat sejati, penyesalan yang sungguh-sungguh dan sempurna sebelum kematianku dan pengampunan atas semua dosaku. Amin

Doa Kedua
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kemerdekaan sejati para malaikat, kebahagiaan surgawi, ingatlah akan kengerian dan kedukaan yang Engkau derita, ketika musuh-musuh-Mu seperti singa lapar mengelilingi-Mu dengan seribu macam penghinaan, meludahi, memukuli, melukai dan dengan kesadisan-kesadisan yang tak terbayangkan menyiksa-Mu dengan sengaja.
Demi kesadisan dan penghinaan kata-kata ini, aku mohon kepada-Mu, Penyelamatku, lindungilah aku dari musuh-musuhku, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan bawalah aku di bawah perlindungan-Mu ke keselamatan abadi. Amin

Doa Ketiga
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, pencipta surga dan bumi, yang tidak dapat dibendung maupun dibatasi, Engkau yang memegang dan melindungi dengan kuasa cinta-Mu. Ingatlah akan kesakitan hebat yang Engkau derita, ketika orang-orang Yahudi memaku tangan dan kaki-Mu dengan paku besar dan pukulan yang bertubi-tubi. Menganggap derita-Mu kurang besar untuk memuaskan kemarahan mereka, mereka memperbesar luka-luka-Mu dengan menambah kesakitan demi kesakitan yang tidak terpikirkan, merentangkan badan-Mu di salib, menarik-Mu, dan dengan demikian memutuskan otot-otot anggota badan-Mu.
Aku mohon kepada-Mu, Yesus, mengingat cinta sengsara di kayu salib ini, berilah aku rahmat untuk takut akan Dikau dan mencintai-Mu. Amin

Doa Keempat
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, cermin kemegahan abadi, ingatlah duka yang Engkau alami, ketika merenungkan dengan cahaya Ilahi-Mu, nasib orang-orang yang akan diselamatkan karena sengsara-Mu yang suci. Pada saat yang sama, Engkau melihat banyak orang berdosa yang akan celaka karena dosa-dosa mereka dan dengan pahit Engkau mengeluh bagi mereka yang tidak ada harapan dan yang celaka itu.
Demi lembah kerahiman dan belas kasihan ini dan terutama demi kebaikan yang Engkau perlihatkan kepada penjahat yang bertobat dengan berkata:"Hari ini juga engkau akan bersama-Ku di dalam surga." Aku mohon kepada-Mu, Yesus, agar Engkau mengampuniku di saat kematianku. Amin

Doa Kelima
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, tabib surgawi, diangkat tinggi, disalib untuk menyembuhkan luka-luka kami dengan luka-luka-Mu. Ingatlah akan luka-luka yang telah Engkau derita dan tubuh-Mu yang direnggangkan sedemikian rupa sehingga tidak ada derita melebihi derita-Mu.Dari kepala sampai kaki-Mu tidak ada bagian yang tidak tersiksa, meskipun demikian, dengan melupakan segala derita-Mu, Engkau tidak henti-hentinya berdoa kepada Bapa-Mu di surga dan berdoa untuk musuh-musuh-Mu dengan berkata:"Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."
Demi pengampunan besar dan mengingat sengsara ini, berilah agar sengsara-Mu yang terpahit ini, kami dapat dipengaruhi untuk memperoleh tobat sempurna dan pengampunan atas dosa-dosa kami. Amin

Doa Keenam
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Raja tercinta yang paling kurindukan, ingatlah derita-Mu, ketika ditelanjangi dan diperlakukan sebagai penjahat, diikat dan dinaikan ke atas salib, ketika semua kerabat dan teman-teman-Mu meninggalkan Engkau, kecuali ibu-Mu tercinta yang tetap tinggal bersama-Mu selama masa sengsara dan telah Engkau percayakan kepada murid-Mu yang setia, ketika Engkau berkata kepada Ibu Maria:"Ibu, inilah, anakmu!" dan kepada Yohanes:"Inilah ibumu!"
Aku mohon kepada-Mu, penyelamatku, demi tombak duka yang menusuk hati Bunda-Mu yang kudus, kasihanilah aku dengan segala kesalahan dan kekuranganku, baik jasmani maupun rohani dan tolonglah aku dalam segala pencobaanku dan terutama di saat kematianku. Amin

Doa Ketujuh
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, pancaran kerahiman yang tidak pernah padam yang dengan cinta berkata dari atas kayu salib:"Aku haus", telah menderita dahaga untuk menyelamatkan manusia.
Aku mohon kepada-Mu, Penyelamatku, agar menghidupkan di dalam hatiku api kerinduan untuk berbuat sempurna dalam segala tindakanku dan untuk memadamkan hawa nafsu akan kesenangan jasmani dan kerinduan akan barang-barang duniawi. Amin

Doa Kedelapan
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, keramahan hati, kesenangan rohani demi kepahitan cuka dan empedu yang Engkau cicipi di salib karena cinta kepada kami, berilah kami rahmat untuk menerima Tubuh dan Darah-Mu yang berharga dengan layak selama hidup kami dan di saat kematian kami. Semoga menjadi obat dan penghiburan bagi jiwa kami. Amin

Doa Kesembilan
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kebajikan agung, sukacita rohani, ingatlah sengsara yang Engkau derita ketika di tenggelamkan ke dalam samudera kepahitan pada saat kematian-Mu, dihina oleh orang-orang Yahudi.Engkau berteriak dengan suara lantang:"Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
Demi sengsara ini, aku mohon kepada-Mu, Penyelamat-Ku, janganlah tinggalkan aku di saat kengerian dan derita kematianku. Amin

Doa Kesepuluh
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, awal dan akhir segalanya, ingatlah bahwa karena kami, Engkau dilempar ke jurang sengsara, dari telapak kaki sampai ke ujung kepala-Mu. Mengingat luka-luka-Mu yang dihayati ini, ajarlah aku memelihara hukum-hukum-Mu karena cinta sejati, yang jalannya lebar dan mudah bagi yang mencintai-Mu. Amin

Doa Kesebelas
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, kerahiman yang dalam, aku mohon kepada-Mu, mengingat luka-luka-Mu yang menusuk sampai ke tulang sumsum dan ke dalam tubuh-Mu, agar menarik aku, pendosa celaka, yang diliputi dosa-dosa ini dan menyembunyikan aku dari kehadiran-Mu yang pantas murka itu. Sembunyikanlah aku ke dalam luka-luka-Mu, sampai kemurkaan-Mu yang adil itu berlalu. Amin

Doa Keduabelas
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, cermin kebenaran, lambang persatuan, mata rantai kemurahan, ingatlah akan luka-luka-Mu yang banyak itu yang menutupi-Mu dari kepala sampai ke kaki, dirobek dan menjadi merah karena cucuran darah-Mu yang suci itu. Sengsara mahabesar, yang Engkau derita dengan Tubuh-Mu yang murni itu demi kami. Yesus terkasih, segalanya Engkau lakukan demi kami.
Dengan mengingat sengsara-Mu secara setia, dengan buah sengsara-Mu yang diperbarui di hati kami, semoga tiap hari cinta-Mu bertambah di hatiku, sampai aku menemui-Mu untuk selama-lamanya.Engkau bendahara kebaikan sejati dan segala kesenangan, aku mohon kepada-Mu, untuk memberikannya kepadaku di surga. Amin

Doa Ketigabelas
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Raja kekal yang tidak terkalahkan, ingatlah akan duka yang Engkau derita ketika kekuatan-Mu, baik rohani maupun jasmani, telah habis sama sekali. Engkau menundukan kepala-Mu dengan berkata:"Sudah selesai." Aku mohon kepada-Mu, Tuhan Yesus, ampunilah aku di saat kematianku, ketika hariku kacau dan jiwaku dalam kesusahan. Amin

Doa Keempatbelas
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, Putra tunggal Bapa, kemegahan dan rupa Ilahi-Nya, ingatlah akan kerendahan hati dan kesederhanaan jiwa-Mu, yang telah Engkau serahkan kepada Bapa-Mu yang kekal, dengan berkata:"Bapa ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
Dengan tubuh terluka dan dengan hati yang patah dan perut kerahiman-Mu terbuka untuk menyilih kami, Engkau wafat. Aku memohon kepada-Mu, hiburlah aku dan tolonglah aku dalam menyangkal setan, tubuh dan dunia, sehingga dengan mati terhadap dunia, aku hanya hidup untuk-Mu. Aku mohon kepada-Mu, di saat kematianku terimalah aku, musafir dan orang buangan yang telah kembali kepada-Mu ini. Amin

Doa Kelimabelas
Bapa Kami ...
Salam Maria ...

Yesus, ranting subur dan murni, ingatlah curahan darah yang telah Engkau tumpahkan dari tubuh-Mu yang suci itu, seperti sari anggur yang mengalir dari mesin pemerah. Di sisi-Mu yang ditusuk dengan tombak oleh serdadu, darah dan air mengucur sehingga tidak satu tetes pun yang tinggal pada tubuh-Mu. Dan akhirnya, sebagai segenggam dupa yang diangkat ke atas salib, tubuh-Mu layu, daging yang halus hancur, serta sumsum tulang-Mu mengering.
Demi sengsara yang pahit dan demi tumpahan darah yang tidak ternilai ini, aku mohon kepada-Mu, terimalah jiwaku dalam skratulmaut. Amin


Doa Penutup
Yesus terkasih, tusuklah hatiku, agar air mata tobat dan cinta akan menjadi makananku sehari-hari. Semoga tobatku hanya untuk-Mu, semoga hatiku merupakan tempat tinggal-Mu yang abadi. dan akhirnya, semoga hidupku demikian sempurna sehingga aku layak berada di samping-Mu di surga, dan di sana bersama para kudus, memuji-Mu untuk selama-lamanya. Amin